Subscribe to our RSS Feeds

Maw tahu sapa yang punya ? chat aja..

/
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Ceker Ayam Bisa Cegah Osteopororis

0 Comments »
Ceker Ayam Bisa Cegah Osteopororis
Publikasi: 14/04/2009 13:45WIB

eramuslim - Osteopororis atau keropos tulang dijuluki 'the silent killer disease'. Karena sifatnya yang kalem dan tenang. Serta, tidak terdeteksi. Penyakit ini hampir tidak tahu kapan datangnya dan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. 

Istilah osteoporosis pertama kali diungkapkan oleh seorang patologis bernama Jean Georgeos Lobstein pada tahun 1929 di Strasbourg, Perancis. Dia menyebut osteoporosis untuk penyakit ini karena bentuk tulang penderitanya berpori-pori atau berlubang. Osteo berarti tulang, porosis artinya berpori atau berlubang. Akibat kurangnya kalsium yang terdapat dalam tulang. 

Kalsium memang mempunyai andil besar untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang dan gigi, termasuk berguna untuk membantu mengatur detak jantung, pertumbuhan otot, mencegah pengumpalan darah dan sebagainya. Selain itu, tubuh juga akan mencuri cadangan kalsium yang dibutuhkan tulang. Hal inilah yang menyebabkan tulang kehilangan kepadatan dan kekuatannya sehingga mudah retak bahkan patah. 

Kendati osteoporosis adalah penyakit degeneratif dan normalnya baru muncul setelah berusia di atas 45 tahun. Tapi, penyakit ini bisa menyerang kaum muda yang gaya hidupnya tidak sehat, seperti merokok, malas berolahraga, minum kopi dalam dosis berlebihan yang menyebabkan kurangnya penyerapan kalsium ke dalam tulang. 

Namun, kalsium saja tidak cukup untuk mencegah keropos tulang. Hal ini karena struktur tulang yang terbentuk dari komposisi kalsium dan fosfor berbanding 2:1, terbagi menjadi tulang bagian dalam dan bagian luar. Dan yang paling utama membentuk tulang adalah sumsum bagian dalam sebesar 70%. Bagian inilah yang oleh kalsium akan dikeraskan untuk membentuk tulang bagian luar. 
Karenanya, kekuatan tulang seseorang tergantung dari tulang bagian dalamnya. Tak heran, bila keropos tulang tidak bisa dideteksi oleh rontgen jika kerusakannya belum mencapai 30%, karena yang keropos lebih dulu ada bagian dalamnya yang masih terbungkus rapi dengan tulang luar. 

Orang selama ini hanya tahu bahwa untuk mencegah keropos tulang cukup dengan kalsium. Padahal, kalsium hanya menguatkan tulang bagian luar saja. Sedangkan bagian penting adalah bagian dalam tulang yang akan menentukan kekuatan tulang bagian luar yang dibentuk oleh zat yang bernama hydroxyapatite, yaitu zat yang komponennya sama dengan komponen tulang dan lapisan keras mamalia. 

Hydroxyapatite, adalah makan untuk tulang, yang berasal dari tulang binatang seperti ayam, kuda, sapi, atau kambing. Secara logika, memang makanan yang tepat untuk tulang adalah tulang. Karena itu, mengkomsumsi cakar ayam yang banyak mengandung hydroxyapatite secara alami dapat memelihara kekuatan tulang. 

Selain itu, susu juga merupakan asset paling berharga untuk tulang. Susu yang banyak mengandung kalsium akan membantu pembentukan tulang kembali dan memperlambat hilangnya massa tulang. Para ahli mengatakan, tiga gelas susu perhari sudah cukup karena kebutuhan tubuh akan kalsium sekitar 1000-1500mg/hari. Namun, harap diingat, tubuh tidak bisa menuyerap kalsium tanpa adanya vitamin D. 

Kendati tidak ada satu buktipun yang menyatakan bahwa olahraga saja dapat menggantikan massa tulang yang hilang akibat turunnya hormon estrogen akibat menopouse untuk wanita, dan penurunan hormon androgen untuk pria yang mengalami andropouse. Tapi, penelitian menyatakan, olahraga yang dikombinasikan dengan obat-obatan memiliki manfaat yang besar untuk menstabilkan hilangnya massa tulang. 

Olahraga yang tepat adalah jalan kaki, karena merupakan gerakan yang mengkombinasikan rangsangan mekanik pada tulang belakang dan tulang gerak, serta kontraksi intermiten otot-otot belakang. Latihan yang disarankan adalah jalan kaki cepat disertai ayunan kedua lengan, selama 30 menit perhari. 
Sedangkan latihan fisik untuk otot-otot belakang bertujuan memperkuat otot-otot yang melekat pada tulang belakang. Kontraksi otot akan merangsang pembentukan tulang dan mengurangi resorspi. Untuk hasil yang baik, latihan fisik harus dinamis dan berulang-ulang. 
13.12.00

Hati-Hati, Sulit Tidur Bisa Akibatkan Stroke

0 Comments »
Hati-Hati, Sulit Tidur Bisa Akibatkan Stroke
Publikasi:14/04/2009 13:31 WIB

eramuslim - Sulit tidur tidak sama dengan begadang, walau keduanya sama-sama terjaga di malam hari. Tapi, jangan sekali-kali menganggap remeh masalah sulit tidur. Karena, gangguan tidur berpotensi menyebabkan stroke yang berujung pada kematian.

Menurut Dr Olga Parra yang melakukan penelitian bersama tim peneliti dari University Hospital Barcelona, Spanyol, kesulitan tidur atau 'sleep apnea' bisa berdampak pada naiknya resiko stroke yang mengakibatkan kematian. Kesulitan selama tidur kemungkinan disebabkan oleh adanya gangguan secara berkala saat mengambil nafas.

Ini bisa menjadi resiko baru sebuah kematian yang disebabkan oleh stroke. Kesulitan untuk tidur diperkirakan dialami hampir 20% orang dan setidaknya gangguan pernafasan itu mengalami masa interval 10 detik atau lebih yang bisa dialami selama 300 kali dalam semalam.

Dalam penelitiannya, Dr Olga Parra melibatkan 161 pasien penderita stroke untuk melihat hubungan antara resiko stroke dengan gangguan tidur.

"Penelitian kami merupakan kali pertama yang menyebut adanya hubungan antara gangguan tidur dan stroke yang bisa menimbulkan kematian," ujarnya.

Hubungan itu sangat jelas dimana gangguan tidur merupakan gangguan pernafasan selama tidur karena terhambatnya aliran udara yang masuk ke dalam paru-paru.

Dr Olga Parra mulai melakukan monitoring atas penderita stroke setelah pihak rumah sakit mendapati kenyataan adanya pasien yang mengalami stroke setelah mengalami gangguan selama tidur. Selama hampir 30 bulan melakukan penelitian, Dr Olga Parra menghadapi kenyataan bahwa 22 dari 161 pasien meninggal dunia.

Setengah dari 22 pasien itu mengalami serangan stroke tahap kedua. Pasien yang paling tinggi dari 161 pasien itu adalah penderita sulit tidur dan menduduki resiko paling tinggi mengalami stroke. Demikian kesimpulan tim pimpinan Dr Olga Parra yang dipublikasikan oleh the European Respiratory Journal.

Stroke merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan terjadi jika aliran darah ke otak mengalami hambatan. Karena mengalami hambatan maka aliran oksigen tidak bisa mengalir ke otak. Menurut WHO di tahun 2002 silam diperkirakan 5.5 juta orang meninggal diseluruh dunia karena stroke.

Mengomentari hasil penelitian Dr Olga Parra itu, Ludger Grote dari Sahlgrenska Hospital, Swedia, mengatakan penelitian itu membuat orang makin memahami peran gangguan tidur pada pasien penderita stroke.

"Studi Dr Olga Parra memperjelas potensi gangguan tidur pada penderita stroke. Hal itu bisa menjadi sebuah pertimbangan untuk melihat implikasi untuk melakukan manajemen stroke." Ujar Grote.

Kini Dr Olga Parra akan menyebarluaskan hasil studi mereka ke pusat rehabilitasi 'sleep apnea' di seluruh Spanyol untuk mengurangi angka kematian akibat stroke. Lima tahun kedepan Dr Olga Parra berharap bisa dimunculkan hasil studi yang baru.

Terapi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan tidur ini, umumnya para dokter memberikan pil penenang agar si pasien bisa tidur dan semua syaraf dan organ tubuhnya agar bisa istirahat. Namun, cara pemberian pil tidak bisa dilakukan terus menerus guna menghindari ketergantingan terhadap obat.

Cara lainnya, si pasien dianjurkan untuk tidak melakukan tidur siap dan diharapkan bisa melakukan aktifitas apa saja yang membuat tubuh menjadi bergerak atau lelah. Kemudian, pada malam harinya, bagi yang gemar membaca dianjurkan untuk membaca dan mendengar musik bagi yang tidak suka membaca. Cara ini, digunakan agar seluruh sistem syaraf dan organ dalam tubuh telah bekerja keras dri pagi hingga malam, dan mencapai puncak keletihan pada malam harinya yang bisa menyebabkan ia akan tertidur.

Namun, para dokter umumnya menganjurkan pasiennya untuk konsultasi kepada psikiater, jika cara yang di atas tidak berhasil, untuk meringankan beban pikiran dan perasaan yang mungkin menggayut seseorang sehingga menyebabkan terus berpikir hingga waktu tidur. Stres, memang dianggap salah satu penyebab terbesar seseorang mengalami gangguan tidur. Karena itu, seyogyanya diselesaikan dulu akar stres tersebut dengan bantuan para ahli agar masalah gangguan tidur bisa teratasi dengan baik. (to/mh/kpl)
13.06.00

Gorengan, Enak Tapi Berbahaya

0 Comments »

Gorengan, Enak Tapi Berbahaya
Publikasi: 14/04/2009 13:30 WIB

eramuslim - Menyantap makanan gorengan seperti bakwan, pisang goreng, tempe, tahu dan lain sebagainya memang nikmat. Tapi, di balik kenikmatan itu, ternyata menyimpan resiko yang amat besar. Yakni bisa memicu timbulnya penyakit kardivaskuler, diabetes dan stroke.

Makanan enak memang belum tentu sehat. Baik makanan yang tersaji di penjaja keliling, warung, cafe, atau sekalipun yang berjenis fried chicken atau fast food. Karena, makanan tersebut hanya ditujukan untuk pemuas lidah dan perut, tanpa memperhatikan adakah kandungan gizi yang bermanfaat di dalamnya.

Apalagi bila dilihat dengan kebiasaan makan orang Indonesia yang lebih mementingkan rasa kenyang di perut ketimbang sehat tidaknya makanan tersebut. Sehingga, tak jarang makanan yang sudah beberapa kali dihangatkan, sisa makanan kemarin, masih juga dimakan. Padahal, yang namanya makanan yang sudah dihangatkan, tidak lagi menyimpan vitamin di dalamnya sama sekali, walau masakan itu masih terasa enak dan sedap di lidah.

Menurut Doktor Rustika dalam Ilmu Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, kebiasaan masyarkat yang dipengaruhi oleh berubahnya gaya hidup akibat modernisasi dan urbanisasi, menyebabkan meningkatnya penyakit tidak menular yang tergolong degenaratif tapi cukup mematikan adalah penyakit kardiovaskuler atau biasa disingkat PKV. Di Indonesia, angka kesakitan dan kematian akibat PKV terus meningkat tajam. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga menunjukkan bahwa PKV sebagai penyebab kematian telah meningkat dari urutan ke-11 (1972) ke urutan ketiga (1986) dan menjadi penyebab kematian utama 1992, 1995, dan 2001.

Penyebab utama PKV adalah adanya manifestasi ateroklerosis di pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar HDL dalam darah. Peningkatan proporsi dislipidemia disebabkan oleh dampak modernisasi yang mengubah perilaku masyarakat Indonesia cenderung mengonsumsi rendah serat dan tinggi lemak.

Hal lain adalah pesatnya upaya diversifikasi produk makanan menjadikan masyarakat cenderung mengonsumsi makanan berminyak atau berlemak tinggi. Proporsi konsumsi minyak goreng cukup tinggi, baik di perkotaan maupun pedesaan.

"Masyarkat pada umumnya menggunakan minyak goreng untuk mengolah makanan, baik untuk lauk maupun makanan kecil. Makanan itulah yang dikenal sebagai makanan gorengan. Rasanya yang gurih, renyah dan harga murah, membuat orang menyukainya," kata Rustika dalam disertasinya yang lulus dengan predikat cumlaude itu.

Makanan gorengan yang digoreng dengan minyak yang mengandung asam lemak jenuh apabila dikonsumsi akan dimetabolisme, akhirnya akan meningkatkan profil lipid dalam darah.

Data persentase kebiasaan makan pada populasi berumur di atas 35 tahun di Jakarta Selatan menunjukkan kebiasaan makanan gorengan 60 persen, masakan daging yang digoreng 44,8 persen, masakan ikan yang digoreng 94,3 persen. Asam lemak jenuh dikethui berpengaruh terhadap peningkatan kada kolesterol total, terutama kolesterol LDL.

Asupan asam lemak jenuh tinggi akan menekan aktivitas reseptor LDL sehingga menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL dalam plasma. Makin tinggi asupan asam lemak jenuh, makin tinggi kolesterol serum.

Menurut Rustika, seseorang yang berisiko profil lipid dalam darah tinggi adalah mereka yang mengonsumsi asam lemak jenuh 16,71 persen total energi. Ini berarti bila seseorang mengonsumsi energi 1.600 kkal, maksimum konsumsi asam lemak jenuh 25,8 g per hari.

Pada populasi yang diteliti, dari 29,70 gram per hari asam lemak jenuh yang dikomsumsi, 5,93 gram perhari berasal dari makanan non-gorengan. Sedangkan 23,77 gram perhari, merupakan makanan gorengan.

Dari 23,77 g per hari asam lemak jenuh setara dengan tiga potong jenis makanan gorengan lauk dan lima potong makanan selingan atau dua potong lauk dan delapan potong makanan selingan.

"Hasil penelitian ini perlu diinformasikan kepada masyarakat luas, yaitu bahwa kebiasaan memakan makanan gorengan yang berlebihan berbahaya bagi kesehatan, terutama penyakit degeneratif yang saat ini angka kesakitan dan kematiannya cenderung meningkat," kata Rustika. (to/snr)


12.56.00

My Recent Comment

iroel.web.id

......