Subscribe to our RSS Feeds

Maw tahu sapa yang punya ? chat aja..

/

Hidup Haruslah sebuah Pilihan !

0 Comments »
Kita seakan sudah lupa, kalau kita sudah sejak dalam kandungan telah diajarkan tentang keharusan menerima dan menghadapi sebuah pilihan dalam hidup kita. Kita lupa, ketika kita masih dalam kandungan ibunda kita, kita harus sudah menerima pilihan untuk menjadi calon anak dari ibu kita bukan ibu yang lainnya. Dan ketika kita lahirpun kita harus menerima sebuah pilihan untuk lahir di tempat tertentu, pada waktu tertentu, dan pada tahun tertentu. Dan selanjutnya, kitapun juga harus menerima pilihan, bahwa kita harus menjadi seorang anak dengan orang tua yang kaya ataupun miskin. Kitapun juga ternyata harus menerima sebuah pilihan, bahwa kita harus dilahirkan sebagai lelaki ataupun perempuan.



Kita sudah dan akan terus diajarkan dan dihadapkan pada sebuah pilihan. Diajarkan sejak kita masih berada dalam kandungan sampai kita menjadi seorang remaja. Dan kemudian selanjutnya, selama hidup kita akan terus dan terus dihadapkan pada sebuah pilihan dalam hidup kita selanjutnya. Sebab hidup memang sebuah pilihan.



Tuhan memang Maha Bijaksana, sebagaimana keharusan manusia belajar dan menentukan sebuah pilihan. Sebab keharusan menentukan sebuah pilihan adalah merupakan bentuk dan isi dari apa yang akan didapatkan dari masa depan hidup manusia yang bersangkutan. Sebuah pilihan ibarat jalan yang banyak cabang dan arahnya untuk bisa dilewatinya untuk mencapai sebuah tujuan. Banyaknya cabang dan arah suatu jalan adalah jalan di mana akan membentuk dan menentukan bangunan pada jiwa diri manusia itu.



Pilihan sebenarnya merupakan sebuah makna dari bentuk jiwa yang akan ada dan diterima pada diri siapa saja. Sebuah pilihan pada akhirnya merupakan penentuan hidup seseorang selanjutnya. Sebuah pilihan ternyata mempunyai bobot yang berada di dalamnya. Untuk itu sebuah pilihan yang dilandasi dengan penentuan berdasarkan kemudahan-kemudahan yang terdapat di dalamnya, akan menentukan kadar dan bobot yang akan diterimanya. Sedemikian rupa, sebagaimana rumus alam yang ada, maka semakin menentukan kemudahan dan kemudahan pada sebuah pilihan, tentu saja mereka akan menerimanya dengan kadar dan bobot yang semakin ringan juga. Demikian juga, semakin sulit dan berat sebuah pilihan, maka mereka akan menerima bobot dan kadar yang semakin berbobot pula.



Untuk itu, bangunan sebuah jiwa akan semakin berkualitas dan berbobot jika jiwa tersebut semakin mampu menetapkan sebuah kesulitan dalam suatu pilihan. Sebab jiwa dan kepribadian yang lemah tentu saja akan selalu mundur atau mungkin akan berdiam diri jika harus di hadapkan pada pilihan yang sulit. Sehingga yang terjadi adalah seringnya ada kecenderungan untuk menghindar pada pilihan-pilihan yang dianggapnya terlalu sulit untuknya. Selanjutnya, merekapun tidak akan pernah mendapatkan pelajaran tentang makna yang berada pada sebuah pilihan.



Pelajaran dan makna yang dikandung pada sebuah pilihan, akanlah sangat menentukan kekuatan dan ketegaran dalam menghadapi suatu masalah. Sehingga tentu saja, jiwa dan kepribadian yang lemah akan mudah terjatuh pada masalah yang sebenarnya cukup ringan saja. Dan kepribadian dan jiwa yang lemah akan sulit mengembangkan hidupnya yang lebih berarti dan bermakna. Jalan hidup yang seharusnya lebih berarti dan bermakna, ketika harus mencari suatu untuk kehormatan diri. Jalan hidup yang lebih berarti dan bermakna, ketika harus di tuntut berjuang mencari kemapanan dan keberhasilan. Jalan hidup yang lebih berarti dan bermakna, ketika harus dituntut bersaing dalam hidupnya.



Tentu saja jiwa dan kepribadian yang lemah akan banyak menjadi tersisihkan dan mudah kalah di dalam keharusannya memasuki sebuah persaingan hidup, yang selalu harus ada. Tidak hanya itu saja, mereka juga mudah menyalahkan sesuatu yang bisa dijadikan kambing hitamnya. Mereka juga mudah menjadi tidak percaya diri dalam melangkahi hidupnya. Mereka juga mudah menjadi munafik ( membohongi diri sendiri ) dalam menghadapi hidupnya. Mereka juga mudah menjadi pengecut dan penakut dalam menghadapi kenyataan dalam hidupnya. Dan, dapat dipastikan, mereka hanya akan banyak menelan kesedihan demi kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya. Kemudian, yang paling mengkawatirkan, ternyata mereka bisa menjadi penghambat pada setiap gerak hidup ini yang harus mendaki dan terus maju dan maju. Inil semua, hanyalah sebuah akibat dari lemahnya kepribadian dan jiwa dalam menentukan sebuah pilihan !



Ini sangat berbeda jauh dengan seseorang yang mempunyai kepribadian dan jiwa yang kuat. Mereka telah banyak belajar dari banyaknya kesulitan demi kesulitan yang telah dihadapinya. Mereka telah banyak belajar dari kesalahan demi kesalahan akibat sebuah pilihan. Mereka telah banyak belajar tentang sebuah resiko yang ada pada sebuah pilihan. Dan merekapun akan banyak mengungkap makna dari banyak makna yang banyak terkandung pada sebuah pilihan. Merekapun pada akhirnya menjadi sosok yang kuat, punya prinsip, tegar menghadapi persoalan, semakin jitu menentukan sikap, dan semakin tertantang pada banyak persoalan hidup yang semakin rumit ini. Kemudian, pada akhirnya juga, mereka akan mudah mendapatkan kemajuan demi kemajuan, kehormatan demi kehormatan, kemapanan demi kemapanan, dan keberhasilan demi keberhasilan. Hidup merekapun seakan semakin mudah melangkahinya. Dan pada titik tertentu, seakan merasakan bahwa masalah yang akan dan sedang dihadapinya ternyata bukanlah sebuah masalah. Inilah hidup yang mereka dapatkan, dari sebuah hasil keberanian menghadapi resiko menentukan suatu pilihan !

di kutip dari http://duhgusti.com/pilihan-hidup.htm
22.20.00

0 Responses to "Hidup Haruslah sebuah Pilihan !"

Poskan Komentar

My Recent Comment

iroel.web.id

......